Wednesday, June 4, 2008
IRM Diminta Berpartisipasi Dalam Program ”HOPE”
IRM Diminta Berpartisipasi Dalam Program ”HOPE”
Jakarta- IRM. Sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, PP Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) kembali meluncurkan program baru bertajuk HOPE (Hospital Preparedness on Emergency atau Rumah Sakit dan masyarakat siaga bencana). Program ini bertujuan untuk menjadikan Rumah Sakit Muhammadiyah memiliki kesiagaan setiap saat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Hal ini disampaikan oleh Muhyil Qoyyim, Sekretaris Bidang Organisasi PP IRM yang juga hadir dalam sosialisasi Program HOPE di Ruang Sidang Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah lantai 2, Jakarta, Senin (02/ 06). “PP IRM diminta untuk mengirimkan orang-orang terbaiknya di Lamongan dan Bantul untuk dididik bersama komponen program Hope yang lain untuk bersama-sama membangun kesiagaan bencana di masyarakat. Nantinya utusan IRM tersebut akan dilatih selama 2 bulan mengenai kesiapsiagaan bencana sebelum bersama-sama unsur lain memberdayakan masyarakat di lokal”, ujar Muhyil Qoyyim.
Husnan Nurjuman, Sekretaris MKKM PP Muhammadiyah dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa program ini juga mengharapkan keterlibatan Organisasi Otonom (Ortom) terutama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di 4 lokasi pelaksanaan program, yaitu Palembang, Jakarta, Lamongan dan Bantul. “Karena kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana tentunya perlu mendapatkan dukungan aktif dari masyarakat di sekitarnya. Kami harapkan AMM terutama Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) yang memiliki basis massa di masyarakat dapat menggalang diri dengan MDMC menuju masyarakat siaga bencana,” imbuh Sekretaris Jenderal PP IRM periode 2002-2004 tersebut.
Muhyill Qoyyim yang juga pernah menjadi relawan MDMC utusan PP IRM ini menambahkan bahwa harapannya lewat berpartisipasi dalam program ini, kader IRM bisa memiliki kemampuan memberdayakan masyarakat, terutama dalam kesiagaan bencana. (arp)
Jakarta- IRM. Sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, PP Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) kembali meluncurkan program baru bertajuk HOPE (Hospital Preparedness on Emergency atau Rumah Sakit dan masyarakat siaga bencana). Program ini bertujuan untuk menjadikan Rumah Sakit Muhammadiyah memiliki kesiagaan setiap saat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Hal ini disampaikan oleh Muhyil Qoyyim, Sekretaris Bidang Organisasi PP IRM yang juga hadir dalam sosialisasi Program HOPE di Ruang Sidang Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah lantai 2, Jakarta, Senin (02/ 06). “PP IRM diminta untuk mengirimkan orang-orang terbaiknya di Lamongan dan Bantul untuk dididik bersama komponen program Hope yang lain untuk bersama-sama membangun kesiagaan bencana di masyarakat. Nantinya utusan IRM tersebut akan dilatih selama 2 bulan mengenai kesiapsiagaan bencana sebelum bersama-sama unsur lain memberdayakan masyarakat di lokal”, ujar Muhyil Qoyyim.
Husnan Nurjuman, Sekretaris MKKM PP Muhammadiyah dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa program ini juga mengharapkan keterlibatan Organisasi Otonom (Ortom) terutama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di 4 lokasi pelaksanaan program, yaitu Palembang, Jakarta, Lamongan dan Bantul. “Karena kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana tentunya perlu mendapatkan dukungan aktif dari masyarakat di sekitarnya. Kami harapkan AMM terutama Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) yang memiliki basis massa di masyarakat dapat menggalang diri dengan MDMC menuju masyarakat siaga bencana,” imbuh Sekretaris Jenderal PP IRM periode 2002-2004 tersebut.
Muhyill Qoyyim yang juga pernah menjadi relawan MDMC utusan PP IRM ini menambahkan bahwa harapannya lewat berpartisipasi dalam program ini, kader IRM bisa memiliki kemampuan memberdayakan masyarakat, terutama dalam kesiagaan bencana. (arp)
Saturday, April 14, 2007
ANSOS LEMBAGA PENDIDIKAN
1. Persoalan apa yang anda lihat
2. Bagaimana orang di sana memecahkan masalah
3. Apa kelemahan dan keunggulan masalah tersebut
4. Apa peran IRM dalam menyelesaikan masalah
Dalam makalah ini ada beberapa pelaku / pihak pihak sekolah yang terkait itu sendiri antaranya:
1. Kepala sekolah
2. Guru
3. Siswa(i)
4. Pimpinan Ranting IRM/Osis
Beberapa masalah yang terjadi di lapangan
A. Pihak Sekolah dengan siswa(i)
Kurangnya kepercayaan yang di berikan kepada siswa(i)
Kurangnya kerja sama guru dengan siswa(i)
Kurangnya dukungan guru terhadap siswa(i)
Kurangnya kedisiplinan
Guru sering tidak masuk ketika proses belajar mengajar berlangsung
Guru sering terlambat masuk
Kerja sama guru dengan kepala sekolah sangat kurang
Kurangnya penguatan konsep
B. Pihak sekolah dengan Pimpinan Ranting / Osis
Kurangnya kepercayaan yang diberikan kepada PR IRM/ Osis
Kurangnya Koordinasi Pembina Ranting/Osis dengan PR IRM/Osis
Kurangnya kerjasama guru dengan PR IRM/Osis
Kurangnya dukungan guru terhadap PR IRM/Osis
Kurangnya komunikasi
Penyelesaiannya
1. Pihak Sekolah dengan siswa(i)
Adanya saling menumbuhkankan kepercayaan
Adanya kerja sama antara keduabelah pihak
Menghidupkan kembali kedisiplinan
Guru masuk tepat pada waktunya
Adanya penguatan konsep dalam mengajar
Adanya dukung dari pihak sekolah
2. Pihak sekolah dengan Pimpinan Ranting / Osis
Adanya saling menumbuhkan kepercayaan
Adanya kerja sama antara keduabelah pihak
Adanya saling koordinasi
Adanya dukungan dari pihak sekolah
Menjalin komunikasi
Beberapa masalah yang disinggung diatas sangatlah konflik untuk diselesaikan, pemakalah akan mencoba membahas lebih rinci mengenai masalah yang terjadi di antaranya sbb :
A. Pihak sekolah dengahn siswa(i)
Kurangnya kepercayaan yang diberikan kepada siswa(i)
Dalam masalah ini sering terjadi, sekolaha sangat kurang percaya terhadap siswa(i)nya sendiri yang mana ketika siswa(i) ingin mengadakan suatu kegiatan pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru sangat pesismis dengan apa yang akan dilaksanakan oleh siswa(i) nya sendiri. Sehingga siswa sangat susah dalam melaksanakan suatu kegiatan.
2. Bagaimana orang di sana memecahkan masalah
3. Apa kelemahan dan keunggulan masalah tersebut
4. Apa peran IRM dalam menyelesaikan masalah
Dalam makalah ini ada beberapa pelaku / pihak pihak sekolah yang terkait itu sendiri antaranya:
1. Kepala sekolah
2. Guru
3. Siswa(i)
4. Pimpinan Ranting IRM/Osis
Beberapa masalah yang terjadi di lapangan
A. Pihak Sekolah dengan siswa(i)
Kurangnya kepercayaan yang di berikan kepada siswa(i)
Kurangnya kerja sama guru dengan siswa(i)
Kurangnya dukungan guru terhadap siswa(i)
Kurangnya kedisiplinan
Guru sering tidak masuk ketika proses belajar mengajar berlangsung
Guru sering terlambat masuk
Kerja sama guru dengan kepala sekolah sangat kurang
Kurangnya penguatan konsep
B. Pihak sekolah dengan Pimpinan Ranting / Osis
Kurangnya kepercayaan yang diberikan kepada PR IRM/ Osis
Kurangnya Koordinasi Pembina Ranting/Osis dengan PR IRM/Osis
Kurangnya kerjasama guru dengan PR IRM/Osis
Kurangnya dukungan guru terhadap PR IRM/Osis
Kurangnya komunikasi
Penyelesaiannya
1. Pihak Sekolah dengan siswa(i)
Adanya saling menumbuhkankan kepercayaan
Adanya kerja sama antara keduabelah pihak
Menghidupkan kembali kedisiplinan
Guru masuk tepat pada waktunya
Adanya penguatan konsep dalam mengajar
Adanya dukung dari pihak sekolah
2. Pihak sekolah dengan Pimpinan Ranting / Osis
Adanya saling menumbuhkan kepercayaan
Adanya kerja sama antara keduabelah pihak
Adanya saling koordinasi
Adanya dukungan dari pihak sekolah
Menjalin komunikasi
Beberapa masalah yang disinggung diatas sangatlah konflik untuk diselesaikan, pemakalah akan mencoba membahas lebih rinci mengenai masalah yang terjadi di antaranya sbb :
A. Pihak sekolah dengahn siswa(i)
Kurangnya kepercayaan yang diberikan kepada siswa(i)
Dalam masalah ini sering terjadi, sekolaha sangat kurang percaya terhadap siswa(i)nya sendiri yang mana ketika siswa(i) ingin mengadakan suatu kegiatan pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru sangat pesismis dengan apa yang akan dilaksanakan oleh siswa(i) nya sendiri. Sehingga siswa sangat susah dalam melaksanakan suatu kegiatan.
Silabus dan Pembelajaran
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Program : XI (sebelas) / IPA
Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara serta memberi tafsiran ; menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menetukan dan menafsirkan peluang kejadian mejemuk.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Program : XI (sebelas) / IPA
Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Menggunakan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara serta memberi tafsiran ; menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menetukan dan menafsirkan peluang kejadian mejemuk.
Subscribe to:
Posts (Atom)
